Kegiatan tahun diakonia

January 2, 2009 at 1:48 pm 6 comments

Salam diakonia, sejahtera masyarakat sejahtera gereja,

Pencanangan tahun diakonia sudah dilakukan di aras jemaat. Melalui sms dan informasivia Praeses dan Pendeta resort dan jemaat, telah diminta agar tahun diakonia 2009 dicanangkan.

Kadep diakonia dengan sengaja memilih gereja HKBP Hutabarat, distrik Silindung untuk mencanangkan tahun diakoni 2009. Ada beberapa yang dilakan dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan pesan Ephorus melalui kotbah tanggal 1 Januari yang menyatakan tahun 2009 tahun diakonia dengan menyampaikan teks dari Lukas 6.36, “murah hatilah karena bapamu murah hati”. Didalamnya disampaikan ada 7 gagasan tentang pemaknaan baru diakonia ( tolong agar dibaca kotbah Ephorus tanggal 1 Januari sebagaimana dicatat dalam Almanak ), dalam hal itu diharapkan menjadi masukan yang perlu diupayakan dalam pelayanan diakonia berbasis jemaat ke depan.

Kemudian juga disampaikan perlunya dimaknai arti dari thema yang diambil dari Jeremia 29.7, diharapkan bahwa gereja harus berperan merubah pola pikir selama ini dari hanya sibuk memikirkan apa yang dilakukan dalam pembangunan phisik dan diakonia difahami hanya sekedar peleyanan pusat, dan di tingkat jemaat hanya urusan sosial belas kasih menjeguk orang yang sakit dan membantu orang yang kemalangan seperti mengadakan pastoral bagi keluarga orang meninggala anak atau orangtuanya. Melainkan juga perlu dipusatkan perhatian upaya dan mendoakan kesejahteraan jemaat, masyarakat dan bangsa. Tugas gereja tidak hanya untuk dirinya, kesejahteraan gereja, melainkan secara inklusif, missioner dan diakonis membutuhkan pelayanan yang mensejahterakan masyarakat dn bangsa dimana gereja kita berada. Dengan demikian masing-masing jemaat perlu memikirkan programa apa yang dapat dilakukan mengubah nasib orang miskin, orang yang papa, orang yang bodoh yang ada baik di jemaat lokal sendiri, maupun bagi masyarakat sendiri. Pola ini sebenarnya bukan barang baru, sebab gereja di era missioner sudah membuktikan dimana gereja ada selalu dibangun sekolah, rumah sakit, lingkungan yang segar, dan produktip, pengembangan ekonomi, serta bersahabat bagi masyarakat secara konstekstual. Ide semacam itu perlu dikaji ulang, tentu sesuai dengan kebutuhan konteks sosial dimana gereja kita berada. Sehingga perlu dipikirkan dan didiskusikan jenis kegiatan apa yang secara monumental dapat diupayakan, sebagai bagian dari pencicilan hutang dalam rangka menyambut perayaan Jubileum 150 tahun HKBP 2011 yang akan datang.

 Sejajar dengan itu, maka secara bersama diadakan pencanangan motto, sejahtera jemaat sejahtera gereja, sejahtra masyarakat sejahtera gereja, sejahtra masyarakat sejahtera bangsa, sejahtera bangsaku sejahtera gerejaku. Terkait dengan itu juga perlu dicanangkan pemahaman tentang logo. Diakonia diutus ke dalam dunia untuk mensejahterakannya. Diakonia memasuki pelayanan yang mensejahterakan melalui simbol domba yang memanggul salib, yang membutuhkan ketulusan hati dan kekuatan berkorban/ manghohop. Juga jalan untuk memahami diakonia secara mendalam tidak hanya dari aspek hukum ekonomi, teknologi saja, melainkan perlu pendalaman dari pelayanan meja, Perjamuan Kudus. Sebab diakonia adalah bagian integral dan holistik dengan pengorbanan Kristus yang membagi tubuhnya serta mencurahkan darahnya untuk kita dan untuk dosa-dosa manusia. Karena orang yang berdiakonia dan dapat memahami usaha mensejhterakan seluruh umat manusia, seluruh mahluk adalah berasal dari karya Roh Kudus yang dialami melalui pelayanan Perjamuan kudus.

 Selain itu juga perlu dicanangkan berbagai hal penting lainnya, seperti even penting perayaan Jubileum 175 tahun Nomensen yang dikaitkan dengan tahun diakonia. Panitia sudah terbentuk , baik dari Yayasan Kryasa yang sudah dua tahun terahir ini menyiapkan pelayanan dengan Tribute to Nommensen (TtN) dari Jakarta, maupun dalam waktu dekat menmbentuk panitia lokal di Tarutung. Perayaan dilakukan dengan 3 jenis kegiatan dari tanggal 4-6 Februari 2009. Pertama mengadakan napak tilas Nommensen dari 4 penjuru, dari Barus ke Tarutung, dari Sipirok ke Tarutung, Dari Sigumpar ke tarutung dan dari Samosir ke Tarutung yang dipusatkan di Hutadame.Kegiatan diharapkan akan dihadiri oleh utusan pemuda dari masing-masing distrik, dan oleh mahasiswa dari seluruh lembaga parsamean HKBP. Sebab dengan napak tilas diharapkan generasi muda memahami bagaimana Nommensen menyerahkan seluruh pelayanannya untuk masyarakat Batak. Kedua, akan diadakan penanaman sejuta pohon dan diikuti dengan acara hiburan dan KKR ke jemaat di Tarutung. Pencanangan pohon ni adalah juga bentuk partisipasi HKBP menanggulangi masalah pemanasan bumi, sekaligus upaya mengkampanyekan agar pohon jangan ditebang habis. Ketiga melakukan ibadah peringatan 175 tahun di Sipoholon, Tarutung.

Selain itu juga sudah dibentuk Panitia pencanangan tahun diakonia dan semiloka secara nasional tanggal 22 Mart 2009 di Stadion Medan. Panitia ini diketua oleh Bapak Dr RE Nainggolan, Sekda Gubsu Sumatera Utara .Diharapkan warga jemaat akan turut ambil bagian. Dalam acara pencanangan ini turut diundang keluarga pewaris Nommessen dari Jerman, juga akan diadakan pencanangan penanaman pohon secara nasional serta doa untuk keselamatan bangsa, mendoakan Pemilu dan Pilpres agar kiranya Tuhan memberi yang terbaik untuk bangsa kita.

Entry filed under: kegiatan tahun diakonia 2009. Tags: .

Salam tahun baru via sms

6 Comments Add your own

  • 1. Murid  |  January 2, 2009 at 11:25 pm

    Selamat Tahun Baru !

    ” Pola ini sebenarnya bukan barang baru, sebab gereja di era missioner sudah membuktikan dimana gereja ada selalu dibangun sekolah, rumah sakit, lingkungan yang segar, dan produktip, pengembangan ekonomi, serta bersahabat bagi masyarakat secara konstekstual ”

    Tepat sekali amang , dan kalau boleh saya berterus terang maka kita generasi HKBP sekarang ini harus malu pada generasi yang lebih dulu .

    Sebelum tahun 1970, telah ada RS HKBP Balige, Universitas HKBP Nomensen, STT HKBP di Siantar ditambah SD HKBP, SMP HKBP, SMA HKBP, STM HKBP diberbagai kota di Sumatera Utara, Penampungan anak Yatim Piatu Elim di Siantar, Penampungan / pembinaan orang buta atau cacat, penampungan / perawatan orang berpenyakit lepra di Laguboti, dll.

    Empat puluh tahun berlalu ….. sepertinya stagnan alias tidak ada perkembangan . HKBP malah kalah jauh dengan Advent, Methodis dan Khatolik dalam mengembangkan pendidikan dan pembangunan rumah sakit – rumah sakit.

    Tidak cukup hanya doa, tidak cukup hanya terang, tapi juga HKBP seharusnya bisa menjadi ” garam ” bagi lingkungan dimana HKBP berada .

    Saya salut dengan tulisan-tulisan amang di blog ini, dan saya jadi punya harapan bahwa amang akan menjadi motivator untuk mewujudkan tugas mulia HKBP ini.

    Salam !
    ( pahompu ni sintua HKBP jadul / jaman dulu )

    Reply
    • 2. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  January 9, 2009 at 12:51 am

      Salam diakonia,
      Saya sangat senang membaca komment Pahompu ni Sintua jadul. Saya ingin agar kita secara bersama memulai hal-hal mendasar, dari diri kita dan jika mungkin mengubah kesadaran kritis, bahwa HKBP memang sudah berada dalam kondisi kritis, namun sebagai orang percaya masih ada harapan. Keyakinan saya bahwa tahun diakonia 2009 ini, sekaligus merenungkan bagaimana kasih Tuhan kepada HKBP. Tahun 1834 yang lalu ada 2 peristiwa yang menarik. Lyman dan Munson dibunuh di lobu pining, oleh nenek moyang orang batak, dan konon dimakan katanya. Mereka datang dari aliran Babtis Boston. Tapi pada tahun yang sama seorang bayi, kemudian menjadi rasul Batak, IL Nommensen lahir di Nordstrand Jerman. Luar bisa Tuhan rupanya tidak melupakan orang Batak.
      Benar, kita sudah terpuruk, gereja-gereja lain sudah lebih maju. Kini mungkin gereja HKBP tetap dalam kondisi tertidur dan dalam kondisi sulit mencari pemimpi, yang mampu menafsir mimpi dan melaksanakan mimpi, tetapi saya kira dengan tanggapan anda, ada juga harapan. Mari kita satukan perpaduan komitmen kita bersama. Hanya di awal tahun ini kembali saya ditantang oleh 2 jenis tawaran yang menarik, yang sangat konkrit. Pertama, akan ada dukungan ternak bergulir 60 ekor induk ternak babi, dan 60 ternak kambing. Yang kedua, ada yang menawarkan bantuan rumah bergulir untuk masyarakat yang memiliki rumah, namun tak mampu memperbaikinya. Ini sangat menarik. Lalu yang jauh lebih membesarkan hati juga, karena Jubileum 175 tahun Nommensen, maka tanggal 6 Februari akan ada kegiatan penanaman 50 ribu pohon, bibit sudah tersedia. Kita harapkan akan ada pencangan pohon, pencanangan tahun diakonia serta doa keselamatan bangsa yang akan dilanjutkan tangal 22 Mart di Medan. Ibadah raya peringatan ini akan dihadiri keluarga Nomensen, Bisho Nordelbishes Kirche, dan barangkali juga akan dihadiri oleh Gubernur Kiel. Semangat baru ini baiklah kita gunakan untuk memulihkan rasa kekecewaan selama ini, dan mari kita membangun kerangka kebangkitan ketiga HKBP dalam menyongsong 150 tahun HKBP. Habis gelap terbitlah terang.
      Salam sejahtera

      Pdt Nelson

      Reply
  • 3. Hodner L T  |  January 29, 2009 at 5:08 pm

    Salam Diakonia HKBP ! Adong do panduan pelayanan tu NHKBP secara khusus di taon Diakonia on ? Molo pinaihut-ihut, hampir so adong do perhatian ni HKBP tu pembinaan NHKBP, lumobi di tingkat huria. Sebagai seksi Naposo di huria, (HKBP Pardomuan Resort Simalingkar) hira na “tanggung jawab penuh” ni seksi ido menguluhon NHKBP, boi dohonon dang adong pangantoion ni Huria. Hirim do roha, adong nian Panduan Pembinaan NHKBP sian Pusat, lumobi di taon Diakonia on. Molo tung adong, mauliate parjolo, Horas !!

    Reply
  • 4. Ilir Sipayung  |  February 17, 2009 at 11:50 am

    Horas Amang Pendeta,saya prihatin dengan kejadian di bawahini,disaat HKBP sedang mencanagkan tahun 2009 sebagai tahun diakoni.

    Mauliate…
    Ilir Sipayung

    Horas teman2 be gers.

    Aku sedikit curhat nih masalah pendeta lagi.

    Ceritanya Bapakku udah lama sakit kanker dan udah berobat ke malaysia,china dan kelapa gading,jakarta. hingga akhirnya kita memutuskan di rawat di rumah aja.

    Hingga beberapa hari ini kesehatannya mulai menurun,hingga Bapak saya meminta untuk di doakan seorang pendeta.

    Nah kita coba cari pendeta HKBP,krn domisili mereka sebenarnya di pahae dan mereka jemaat HKBP pahae.

    Nah tadi malam,kita coba telp seorang pendeta HKBP yg dikenalkan oleh teman.Dan kebetulan lokasi rumah kita di depok dan pendeta yg di telp di daerah bekasi.

    Kira-kira jam 4 sore kita coba telp dan jelaskan kondisi Bapak yg sakit dan mulai menurun kesehatannya dan ada keinginan Bapak untuk di doakan pendeta.

    Tau nggk gimana jawaban pendeta HKBP yg bejat ini,

    “Iya kalau kita datang ke depok,ada biaya sekitar Rp 1 juta,karena team kita ada porhangir,sintua, jadi kira2 ada 4 orang yg datang,rinciannya Rp 500rb buat pendeta, Rp 500rb buat sintua dan porhangir.Ini karena bukan jemaat HKBP bekasi,kalau jemaat HKBP bekasi cuma Rp.300rb”

    Nah ting mendengar itu mama ku shock berat karena tidak percaya,masa minta tolong di doakan aja harus bayar sebesar itu.

    Dan aku yang mendengar hal itu jadi panas,marah dan sebel (emang sebelumnya udah sering sebel ama pendeta ibl** (edited modi bg) ini).

    Aku mau minta no telpnya biar aku maki-maki tuh pendeta,tapi tidak dikasi,karena memang aku dah sering dengar banyak pendeta-pendeta yg berlagak sok suci,sering mengandalkan ke pendetaannya untuk mencari keuntungan pribadi,dan akhirnya kami mengalami sendiri kebejatan seorang pendeta HKBP.Aku sih males nyebut namanya,biar orangnya yg sadar dan juga tau.

    So buat para pendeta yg lain,nggk usah terlalu munafik deh mikirin uang dan materi,kalau kamu emang niat jadi pendeta,semua akan disediakan Tuhan buat kamu.Tapi kalau kamu cuma mau cari kaya,kayaknya jangan jd pendeta deh.

    Misalnya STT HKBP Nomensen siantar,banyak yg aku tau seluk beluk mereka yg masuk pendeta karena dulunya bandel dan biar tidak bandel di masukkan ke sana,dan akhirnya jadilah pendeta-pendeta yg mencari materi.

    Akhirnya kami menelpon Bapak pendeta MP HUtabarat dari gereja HKI,yg di kenalkan salah satu saudara dan mau datang dengan istrinya juga,dan melayani Bapak kami dengan lembut dan bersahabat,mendoaka n kesembuhan Bapak dan siap datang kapan pun untuk di doakan.Aku terharu juga tuh ama Pak pendeta itu.

    Saat pulang pun tidak ada meminta uang sepeserpun,sangat beda dengan pendeta HKBP yg bejat itu.

    Dalam hatiku,kalau aku bisa ketemu langsung dengan pendeta HKBP yg berhati serigala itu,aku pengen melihat bagaimana sih kehidupannya setelah dia sibuk memikirkan materi.Apakah menjadi sangat kaya atau gimana ya.

    Horas

    Leonardo Simanjuntak

    Reply
  • 5. tony siregar  |  August 10, 2009 at 9:47 am

    permasalahan yang juga urgen dalan tahun diakonia adalah jemaat kurang peduli terhadap sesamanya, misalnya dalam memberikan dana sosial, gereja seakan jadi peminta-minta dan jemaat hanya mau memberikan persembahan hanya pada pesta, bukan atas kesadaran dan pemahaman yang baik terhadap kekristenan, apapun program/kegiatan tidak akan jalan selama pola pikir dari jemaat tidak berobah. Ini pengalaman sebagai ketua seksi sosial, dan kami di HKBP Cipayung Cilangkap pada saat ini dalam penggalangan dana tidak melakukan dalam bentuk pesta, lelang dengan menjual babi panggang, tetapi melalui amplop per minggu yang ditempatkan di depan Gereja, dan melalui sosialisasi ke wijk, Hasilnya sangat menggembirakan. Anehnya program ini kurang dukungan dari parhalado sendiri. Maunya dapat duit, walaupun prosesnya salah.
    Kenapa ???? Kami dari seksi sosial berjalan sendiri tanpa ada yang memberikan semangat. Tetapi Tuhan tetap mensemangati kami.

    Reply
  • 6. lohot simanjuntak H16  |  March 1, 2010 at 8:58 am

    horas amang
    boasa ndang di update be blog on,
    alai sai anggiat ma adong tikki muna manurathon akka barita
    namarragam na masa di tonga-tonga ni huria dohot bangsoon
    mauliate

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Jumlah Pengunjung

  • 28,481 hits

Recent Comments

Eva boru Sormin on Horas ma di hamu – Salam…
http://bestnaturalhe… on Horas ma di hamu – Salam…
lohot simanjuntak H1… on Kegiatan tahun diakonia
St. Gaya Hutasoit on Marliturgi ompung
Benhard Sitohang / B… on Horas ma di hamu – Salam…

Feeds


%d bloggers like this: