Salam tahun Diakonia 2009

December 30, 2008 at 5:54 pm Leave a comment

Mohon maaf, sebab sudah lama saya tidak menshare berbagai kegiatan HKBP dalam upaya merespon berbagai  masalah yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat, bangsa dan jemaat kita. Itu terjadi, karena berbagai alasan mendasar, antara lain departemen diakonia sedang menata kegiatan aksi dari basis jemaat dulu, baru kemudian mengemuka ke advokasi kegiatan ke aras elitis, kicauan orang-orang pintar.

Berbagai komentar yang sepanjang dua tahun terahir dilontarkan. Banyak dari komentar yang tidak terjawab. Bukan berarti kita tidak berbuat. Dari tinjauan apa yang sudah digagas dan dilakukan. Ada beberapa optimisme yang sudah dilakukan dan akan lebih digiatkan ke depan. Namun mengingat tahun depan 2009 adalah tahun juga tahun diakonia, yang kebutulan Jubileumnya Nommensen, maka tentu ada hal-hal mendasar yang diharapkan dan baru terjadi. Sebab tahun diakonia 2009 adalah pula sekaligus meniti perjalanan menuju Jubileum 150 tahun HKBP, 2011, sehingga apa yang diharapkan dapat dilakukan HKBP disemua basis pelayanan dan unit pelayanan diakonia kiranya perlu memikirkan kegiatan2 yang fundamental dan monumental. Sebab 150 tahun mempunyai makna tersendiri, sebagaimana dapat dikaji dari Jubileum sebelumnya dan belum tentunya kita yang mau merayakan 150 tahun masih bertahan hidup merayakan Jubileum 200 tahun 2061 , 53 tahun lagi ke depan.

Tahun Diakonia 2009 mengambil thema dari Jeremia 29.7. usahakan dan doakanlah kesejahteraan kota dimana kamu dibuang, karena kesejahteraan mereka adalah kesejahteraanmu. Dengan arahan thema ini, maka diakonia mestinya difahami tidak lagi dalam artian sempit, sebagaimana selama ini seolah-olah pelayanan diakonia hanya seputar pelayanan sosial ,kayak arisan,atau hanya dengan pendekatan belas kasihan saja. Dengan thema itu ada pradigma baru diakonia yang perlu dibagun dalam kesadaran bergereja kita, Itu pula sudah diberi spiritualitas baru sebagaimana tercermin dari cakupan departemen diakonia dalam Aturan dan Peraturan 2002. Terlebih dengan adanya koordinasi diakonia, maka konsentrasi pelayanan diakonia ahirnya telah membuka tabir baru arah pelayanan HKBP.

Dari aturan dan peraturan ada 5 cakupan yang sebelumnya terpecah dalam 5 departemen, yakni kini departemen diakonia diarahkan untuk mengkordinasi bidang Pendidikan formal dan non formal, termasuk lembaga pendidikan yang ada. Kedua, bidang kesehatan. Ketiga bidang diakonia sosial, yang kini lebih dikenal dengan pelayanan caritas dan emergency, yang memperluas pelayanan dari pelayanan terhadap orang cacat, yatim piatu, menjadi juga pelayanan kepada lansia, menanggulangi bencana seputar jemaat HKBP, pelayanan anak jalanan, dsb. Keempat, pelayanan pengembangan masyarakat di berbagai upaya pemberdayaan ekonomi, pertanian, peternakan dan kebutuhan teknologi memajukan usaha petani, nelayan dan buruh. Kelima, merespon berbagai masalah kemasyarakatan. Kini bidang ini lebih bertumbuh dalam berbagai bentuk pelayanan yang inklusif, dan partisipatip dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera, bahkan dalam kaitan dengan kegiatan global. Itu sebabnya di bidang kemasyarakatan ini, HKBP dari sejak tahun 2004, sudah mengembangan lembaga peduli kasih merespon berbagai masalah bencana alam yang tidak pilih buluh, kita mesti melayani masyarakat atas azas kemanusiaan ( L-Peka atay yapeka ), dahulu dan sampai sekarang masih melayani di Banda Aceh dan Yokyakarta. Lembaga ini bukan hanya melayani orang-orang HKBP, tetapi semua masyarakat korban yang dahulu masuk pelayanan. Dahulu lembaga ini didukung oleh ACT-YTBI, yang hasil dari Akuntan Publik Internasional sangat high appreciate, Ernst and Young. Kemudian kita juga sudah sejak dulu melakukan pelayanan dengan JPIC, bagaimana HKBP perduli terhdap lingkungan dan masalah merespon kekerasan. Di bidng ini juga ahirnya kita sudah pula mendirikan komite HIV Aids. Dan belakangan ini sedang dikaji kemungkinan advokasi dan looby merespon berbagai masalah-masalah berbangsa dan berngera.

Tahun 2009, kita diperhadapkan dengan dua tantangan besar. Pertama, dampak krisis global yang ternyata sangat jelas menunjukkan dampak negatip terhadap perekonomian kita. Namun sekaligus membuka kesadaran baru kita sebagai bangsa untuk semakin membangun konsep kemandirian negeri kita ini. Kedua, kita juga masih dibayang-bayangi oleh ancaman fundamentalisme agama, yang nampak-nampaknya terkemuka berbagai tekanan melalui Undang-undang yang bernuansa diskriminatip dan sedang mengusik kekuatan pluralisme di Indonesia. Namun selain kedua tantangan itu, kita juga akan memasuki suatu even penting mengisi kemajuan demokrasi di negeri ini melalui pemilihan umum bagi parlemen di semua aras dan pemilihan Presiden dan wakil Praesiden. Kita mungkin belum sepenuhnya mampu meniru kamjuan yang dicapai oleh Amerika dengan terpilihnya Barak Husein Obama, tapi sangat didambakan adanya upaya bangsa dan masyarakat kita untuk memilih parlemen dan Presiden, wakil Presiden yang konsisten dan kommit membangun kedaulatan serta kesejahteraan masyarakat.

 Atas harapan dan tantangan diatas, pradigma dahulukan kesejahteraan jemaat, masyarakat dan bangsa, baru memikirkan kesejahteraan pelayanan gereja dan pemerintah. Perubahan pradigma ini diharapkan dapat menjadi kontribusi HKBP ke depan. Itu sebabnya tahun diakoni, tidak diorientasikan upaya membangun diakonia yang tersentralisasi, melainkan lebih membangun prakarsa di jemaat lokal, bagaimana agar kelima bidang yang disebutkan diatas, dapat diterjemahkan di aras jemaat. Ini berarati bagaimana gereja lokal lebih mengembangkan konsep pelayanan memajukan anak, mencerdaskan jemaat, mensejahterakan petani, orang-orang miskin dan perduli mengadvokasi kebutuhan ekonomi kerakyatan dan membela nasib kaum tersingkir dan terbelakang.

Dalam kaitan ini saya akan mengirimkan beberapa tulisan dan power point bagaimana kita mekanai tahun diakonia 2009 dalam menyadarkan kita mengusahakan sesuatu dan kemudian menjadi persembahan kita meujudkan makna Jubileum, menyembah Tuhan berarti kita membebaskan kaum terindas, orang-orang miskin, mencelikkan mata orang buta, dan mengumkan tahun Rahmat Tuhan sudah tiba, Imamat 25 dan Lukas 4.18-19.

Slamat tahun baru, Immanuel, Salam diakonia,

Sejahtera jemaat, sejahtera gereja

sejahtera masyarakat, sejahtera bangsa dan negara,

sejahtera bangsaku, sejahtera gerejaku.

 

Pdt Nelson Siregar

Kadep diakonia

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Pelantikan BPP HKBP Kotbah Akhir Tahun 31 Desember 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Jumlah Pengunjung

  • 28,481 hits

Recent Comments

Eva boru Sormin on Horas ma di hamu – Salam…
http://bestnaturalhe… on Horas ma di hamu – Salam…
lohot simanjuntak H1… on Kegiatan tahun diakonia
St. Gaya Hutasoit on Marliturgi ompung
Benhard Sitohang / B… on Horas ma di hamu – Salam…

Feeds


%d bloggers like this: