Horas ma di hamu – Salam sejahtera

July 26, 2007 at 8:52 am 19 comments

Salam dari Pdt. Nelson F. Siregar

Entry filed under: Lain-lain. Tags: .

Bayarlah Nazarmu Kepada Yang Maha Tinggi( MAZMUR 50.14 )

19 Comments Add your own

  • 1. Stefan Niederberger  |  August 5, 2008 at 7:30 pm

    Dear Rev. Siregar,

    warm greetings from Geneva,

    I tried to send you an invitation to our Global Consultation on Diakonia in October in Addis Abeba in Ethiopia

    I sent the invitation to pekahkbp@yahoo.comj but did not receive any response,

    it would be wonderful to hear from you!

    many thanks and best greetings
    Stefan

    Stefan Niederberger
    Assistant to the Director
    Department for Mission and Development
    The Lutheran World Federation
    150, route de Ferney
    P.o Box 2100
    CH-1211 Geneva 2

    E-mail sni@lutheranworld.org
    Phone: +41 22 791 64 37
    Fax: +41 22 710 20 30

    Reply
  • 2. Egbert M Siagian  |  October 31, 2008 at 9:22 am

    Web site na uli tongtong. Informative.

    Reply
    • 3. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  December 30, 2008 at 8:20 pm

      Salam menjelang tahun baru dan salam menyambut tahun diakonia 2009. Thema tahun diakonia dari Jeremia 29.7, usahakan dan doakan kesejahteraan kota, karena kesejahteraan mereka adalah kesejahteraanmu. Lalu karena di tahun 2009 juga 175 tahun Nomensen, maka dari tanggal 4_6 februari 2009 akan diadakan napak tilas Nomensen dari 4 penjuru, barus ke Trt, Sipirok ke Trautung, Sigumpar ke Trutung dan Samosir ke Tarutung, kemudian akan ada ibadah persis pada hari kelahiran Nomensen tanggal 6 Februari. Disana selain ibadah akan dicanangkan peran HKBP menanam 1 juta pohon. Kemudian acara Puncak pencanangan tahun diakonia sudah dimulai tanggal 1 januari, tapi secara senrentak akan dilakukan ibadah tanggal 22 marti 2009 di Stadion Medan untuk mendoakan bangsa, pemilu yang bebas, aman dan jujur. Kiranya tahun diakonia 2009 menjadi pradigma baru HKBP mengubah perilaku pelayanan diakonia tidak sekedar kegiatan sosial saja, melainkan turut mencerdaskan, memerangi kebodohan, kemiskinan melalui berbagai kegiatan diakonia di aras jemaat lokal, distrik dan Pusat. saya harap bapak juga jika boleh turut membantu dan mendukung. Di Blog ini saya boleh dibaca panduan tahun diakonia dan penejlasannya. NS

      Reply
  • 4. erwaty  |  November 17, 2008 at 11:48 am

    syalom….
    selamat melayani di departemen diakonia, amang…….
    semoga pelayanannya semakin berkenan kepada Bapa….
    Tuhan memberkati

    dulu amang melayani didairi sewaktu kami masih sekolah minggu.

    dari………
    jemaat hkbp sumbul pegagan

    Reply
    • 5. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  December 30, 2008 at 8:08 pm

      Maaf lama sekali dibalas ya, sudah lama barangkali menunggu. Saya ini memang lebih senang bersama masyarakat miskin, tetapi ke depan saya akan usahakan duduk untuk merespon berbagai komentar. Saya sangat bangga atas ingatan anda, masih sekolah minggu sudah mengingat saya. Saya mengharap agar anda bisa membaca Jeremia 29.7 dan Lk 6.36 yang menjadi teks thema tahun Diakonia 2009. Kita sebagai persekutuan orang-orang percaya terpanggil untuk mensejehterakan jemaat, masyarakat dan bangsa. Walaupun kita sangat miskin dan minoritas, tetapi karena suruhan Tuhan, kita harus berbuat justru kepada mereka yang berbuat buruk kepada kita.
      Tuhan memberkatimu, pekerjaan dan cita-citamu

      Reply
  • 6. Petherson Sitorus  |  December 1, 2008 at 4:19 pm

    Horas Amang Pandita Nelson Siregar
    Saya jemaat HKBP Petukangan yang ikut presentasi tentang Visi Departemen Diakonia Jumat, 28-Nov-08 di gereja HKBP Petukangan. Mohon dikirim slide yang waktu itu disampaikan. Mauliate.

    Reply
    • 7. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  December 30, 2008 at 6:51 pm

      Horas Amang Sitorus

      Nanti tolong di buka blog saya, ada tulisan tentang Depertemen Diakonia, meliputi buku panduan tahun diakonia tahun 2009 dan juga laporan saya ke sinode godang. Mengenai slide, tolong kirimkan email ke hp saya. nanti akan saya kirim langsung ke email Anda.
      Salam Diakoni. Sejahtera Masyarakat, Sejahtera Bangsa, Sejahtera Gereja.

      Reply
    • 8. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  December 30, 2008 at 8:04 pm

      Slamt tahun baru bah,
      Tolong baca blog saya dalam tahun diakonia 2009, saya harap visi departemen diakonia untuk memajukan jemaat agar menjadi jemaat inklusif yang mensejahterakan dapat terujud, terlebih dalam upaya memaknai Jubileum 150 tahun HKBP 2011. saya harap anda di jemaat Petukangan dapat merumuskan tantangan dan apa kontribusi monumntal menjawab peran HKBP ditengah berbagai masalah kemiskinan, kebodohan dan pengangguran. Agar gereja kita tidak sekedar merespon masalah kebutuhan sepihak rohaniah saja, tetapi integral, holistik meliputi kebutuhan sehari-hari. Kita perlu meniru kerjaan para missionar, dimana gereja, disitu ada upaya pencerdasan melalui sekolah dan rumah sakit, ada respon terhadap kebodohan, ada upaya meningkatkan ekonomi jemaat.
      Tuhan memberkatimu
      NS

      Reply
  • 9. ST. MANGASI SORMIN, SH. MM  |  December 23, 2008 at 4:22 pm

    Yth. Kel. Abang Pdt. Nelson F. Siregar, STh

    Selamat hari Natal 25 – 26 Des 2008
    dan
    Selamat menyongsong Tahun Baru 1 Jan 2009

    Mohon maaf lahir dan Bathin..

    Reply
    • 10. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  December 30, 2008 at 7:26 pm

      Mauliate bah, selamat Natal daohot taon baru ma tutu.

      Reply
  • 11. ST. MANGASI SORMIN, SH. MM  |  January 6, 2009 at 3:31 pm

    Yth.
    Abang Pdt. Nelson Siregar STh

    Salam Sejahtera,

    Sabtu depan tgl. 10 Januari 2009 saya berencana berkunjung ke Rumah Abang dalam rangka Family Gathering 2009 sekitar jam 12.00 tiba di Tarutung, semoga abang berkenaan meluangkan waktu hanya lebih kurang 10 menit saja.

    Syalom

    Reply
    • 12. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  January 9, 2009 at 12:37 am

      Horas ba,
      I ma ate, hape au sedang mengikuti kegiatan ibadah awal tahun di Del, di Sitolu ama ba, bea molo ro ma ho tusi, disi ma hita pajumpa, ala sae sian i tu Siantar do au, ala marminggu tu Lubuk Pakam ari minggu tanggal 11.
      Bea ma ate, sms ma au da.
      Mauliate
      NS

      Reply
  • 13. ST. MANGASI SORMIN, SH. MM  |  January 19, 2009 at 1:26 pm

    di lain kesempatan masih ada waktu, jadi abang dang pola mampir hami tu jabu, alana torusdo hami tu Pangaribuan. alana lobek HP ku jadi dang hu SMS abang.
    Mauliate godangma

    Reply
  • 14. rambang silaban  |  February 9, 2009 at 11:14 pm

    Dalam tahun diakonia ini HKBP seharusnya kembali ke 3 misi gereja Jerman masuk ke Tapanuli, yaitu Pemberitaan Injil, Pengobatan dan Pendidikan. Untuk mensukseskan misi ini maka sebuah gereja harus dipimpin oleh 2 unsur, yaitu : Rohaniawan (Pendeta hingga majelis) dan Ketua Dewan Jemaat. Ketua Dewan jemaat sebaiknya adalah teman kerja dan bukan bawahan Rohaniawan sebab keduanya bekerjasama untuk memuliakan Tuhan tetapi sama-sama bekerja di bidangnya masing-masing.
    Rohaniawan memiliki tanggungjawab membina spritual dan mental jemaat tetapi tidak boleh memveto urusan Ketua Dewan Jemaat. Ketua Dewan Jemaat dipilih dari Jemaat yang mampu secara manejerial teoritis dan cerdas secara intelektual dan emosional. Ketua Dewan Jemaat memilih anggotanya dan membentuk formasi kepengurusan yang mencakup:
    1. Memelihara dan memperbaiki fisik gereja dan lingkungannya
    2. Menciptakan dan memajukan badan usaha milik gereja
    3. Meminta pendeta dengan penawaran gaji ke Pusat HKBP
    4. Menjalin kerjasam dengan pemerintah dan Perusahaan
    setempat demi mendukung kesejahteraan jemaat
    5. Bekerjasama dengan pimpinan rohaniawan mendatangkan
    guru atau mengirim jemaat yang berniat melayani Tuhan
    (misalnya menjadi guru Sekolah Minggu, Pengajar musik,
    menjadi Misionaris ke pedalaman dan lain sebagainya)
    6. Bidang lainnya ada pada konsep yang kami kirim ke setiap
    Parhalado Pusat HKBP tahun 2004 dari Forum Peduli Kasih
    HKBP Balikpapan.

    Selain itu untuk meningkatkan pelayanan HKBP secara internasional tidak kalah pentingnya adalah:
    1. Peningkatan “Kualitas Calon Pendeta” yang sebaiknya diuji
    ke 3 jenis kecerdasan seperti test sekolah Pastoral Katolik
    (Banyak Profesor di Universitas Negeri tetapi gagal menjadi
    Pastor, bagaimana dengan bapak-bapak Pendeta di HKBP?)
    2. Bagian Litbang HKBP bolehlah dipimpin oleh Pendeta, tetapi
    para karyawannya seharusnya PhD atau Profesor dari LN
    terutama di bidang antropologi perubahan budaya.
    3. Kalau ini dikerjakan niscaya orang Batak lepas dari HOTEL
    dan HKBP jaya baik di masyarakat, pemerintahan bahkan di
    dunia. Amen

    Mauliate ma amang, sai didongani Tuhanta ma hamu pature hurianta i. Horas ma, amang Pdt. Nelson Siregar. Hipas do hami di Sipultak na ngali on.

    Reply
  • 15. Pdt Patar S.Napitupulu  |  May 7, 2009 at 3:20 pm

    Salam diakonia bang.
    Dalam rangka memahami ,mensukseskan dan mengisi tahun diakonia HKBP 2009 ini, mungkin abang dapat memberi gambaran pada saya tentang “pelayanan gereja yang holistik”. Hal ini penting untuk menambah wawasan dan pemahaman yang lengkap tentang ha ini. Mauliate

    Reply
    • 16. Pdt. Nelson F. Siregar STh.  |  June 7, 2009 at 11:20 pm

      Maaf bah, so sanga iba mambalos. Nga beha gerakan n komisi hukum i bo. Adg do rencku tanggal 18-20 Juni tu jakarta bah, molo boi jumpa hita. Pasahat tabe tu angka dongan i bah

      Reply
  • 17. Benhard Sitohang / BANDUNG  |  November 2, 2009 at 10:00 pm

    Horas Amang Pdt. Nelson Siregar,

    Karena majoritas jemaat HPBP adalah orang Batak, jika berkenan, saya kira draft tulisan berikut ini ada baiknya untuk mendapat perhatian bagi pimpinan HKBP.

    Horas, BS

    Kerangka Acuan (draft)
    PENINGKATAN PERAN ORANG BATAK DI MASYARAKAT
    TANPA MELUPAKAN ADAT ISTIADAT BATAK

    Oleh : Benhard SITOHANG
    Jl. Cigadung Indah No. 12, BANDUNG-40191

    Latar Belakang

    1. Adat Istiadat suku Batak, dengan berbagai keunggulan (dalihan natolu) serta kelemahannya (khususnya pada tataran implementasi) masih diterima secara umum sebagai suatu hal yang baik untuk dilestarikan oleh generasi yang relatif tua. Akan tetapi tidak demikian halnya bagi generasi muda, pada umumnya generasi muda lebih melihat kelemahan daripada keunggulannya, yang berdampak pada kurangnya peran dan apresiasi generasi muda pada adat istiadat.

    2. Di tataran implementasi adat istiadat suku Batak, terdapat paling tidak 2 hal yang mungkin dapat dikategorikan masalah : a). adanya kecenderungan memperluas lingkup adat istiadat, dan b). adanya berbagai usulan untuk menyederhanakan / mempersingkat, namun belum ada pihak yang [berani] memulai penyederhanaan / penyingkatan termaksud.

    3. Karakter spesifik suku Batak (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon – 3H) pada berbagai kesempatan dianggap sebagai kelemahan, dan bahkan adakalanya menjadi kendala dalam kehidupan professional suku Batak. Akan tetapi 3H ini kelihatannya sudah tidak dapat lepas dari suku Batak, yang masih mendambakan adat istiadat tersebut pada butir 1.

    4. Ada kecenderungan bahwa sifat 3H berbanding lurus dengan apresiasi terhadap adat istiadat suku Batak. Makin tinggi apreasi atas adat istiadat, maka sifat 3H juga makin terlihat cukup dominan, dan sebaliknya.

    5. Secara umum, sebagian masyarakat Batak masih mendambakan keberlanjutan adat istiadat (karena diyakini akan keunggulannya), tetapi perlu diupayakan agar 3H tidak menjadi kendala dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan berprofessi.

    Tujuan

    Meningkatkan peran suku Batak sebagai anggota masyarakat (termasuk dalam kehidupan professi), yang berkelanjutan selaras dengan adat istiadat suku Batak.

    Sasaran

    Khususnya generasi muda, yang akan terjun atau baru memulai kehidupan berprofessi.

    Pendekatan

    Forum Diskusi Terbatas :

    Berbagai hal yang diutarakan di latar belakang tulisan ini (mencakup : adat istiadat dan 3H) masih bersifat umum, dan belum tentu absolut benar (masih terbatas pada pengamatan). Hal ini perlu dibahas agar terdapat pemahaman yang lebih rinci, yang pada akhirnya akan dapat mengidentifikasi masalah secara lengkap dan “terukur”.

    Dari identifikasi masalah ini, dapat dikembangkan berbagai alternatif skenario yang dianggap dapat lebih memperbaiki situasi, untuk mencapai tujuan tersebut di atas, khususnya memanfaatkan 3H menjadi asset, dan bukan menjadi kendala, melalui manajemen 3H.

    Reply
  • 18. http://bestnaturalhealthsupplements.com  |  March 20, 2012 at 4:07 am

    Thanks a ton for being the lecturer on this theme. I enjoyed your own article very much and most of all enjoyed reading how you handled the aspect I considered to be controversial. You are always rather kind towards readers like me and assist me in my life. Thank you.

    Reply
  • 19. Eva boru Sormin  |  August 7, 2012 at 11:42 am

    Horas amang Pdt Nelson Siregar,
    aku Eva boru siregar sormin, aku mau tanya amang, ada teman aku ingin menjadi saksi-saksi yehuwa, bisakah amang menerangkan semuanya itu ttg saksi-saksi yehuwa, dan tolong amang bantu teman aku agar dia tdk menjadi saksi-saksi yehuwa, mauliate

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Jumlah Pengunjung

  • 28,481 hits

Recent Comments

Eva boru Sormin on Horas ma di hamu – Salam…
http://bestnaturalhe… on Horas ma di hamu – Salam…
lohot simanjuntak H1… on Kegiatan tahun diakonia
St. Gaya Hutasoit on Marliturgi ompung
Benhard Sitohang / B… on Horas ma di hamu – Salam…

Feeds


%d bloggers like this: