Archive for January, 2009

Kegiatan tahun diakonia

Salam diakonia, sejahtera masyarakat sejahtera gereja,

Pencanangan tahun diakonia sudah dilakukan di aras jemaat. Melalui sms dan informasivia Praeses dan Pendeta resort dan jemaat, telah diminta agar tahun diakonia 2009 dicanangkan.

Kadep diakonia dengan sengaja memilih gereja HKBP Hutabarat, distrik Silindung untuk mencanangkan tahun diakoni 2009. Ada beberapa yang dilakan dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan pesan Ephorus melalui kotbah tanggal 1 Januari yang menyatakan tahun 2009 tahun diakonia dengan menyampaikan teks dari Lukas 6.36, “murah hatilah karena bapamu murah hati”. Didalamnya disampaikan ada 7 gagasan tentang pemaknaan baru diakonia ( tolong agar dibaca kotbah Ephorus tanggal 1 Januari sebagaimana dicatat dalam Almanak ), dalam hal itu diharapkan menjadi masukan yang perlu diupayakan dalam pelayanan diakonia berbasis jemaat ke depan.

Kemudian juga disampaikan perlunya dimaknai arti dari thema yang diambil dari Jeremia 29.7, diharapkan bahwa gereja harus berperan merubah pola pikir selama ini dari hanya sibuk memikirkan apa yang dilakukan dalam pembangunan phisik dan diakonia difahami hanya sekedar peleyanan pusat, dan di tingkat jemaat hanya urusan sosial belas kasih menjeguk orang yang sakit dan membantu orang yang kemalangan seperti mengadakan pastoral bagi keluarga orang meninggala anak atau orangtuanya. Melainkan juga perlu dipusatkan perhatian upaya dan mendoakan kesejahteraan jemaat, masyarakat dan bangsa. Tugas gereja tidak hanya untuk dirinya, kesejahteraan gereja, melainkan secara inklusif, missioner dan diakonis membutuhkan pelayanan yang mensejahterakan masyarakat dn bangsa dimana gereja kita berada. Dengan demikian masing-masing jemaat perlu memikirkan programa apa yang dapat dilakukan mengubah nasib orang miskin, orang yang papa, orang yang bodoh yang ada baik di jemaat lokal sendiri, maupun bagi masyarakat sendiri. Pola ini sebenarnya bukan barang baru, sebab gereja di era missioner sudah membuktikan dimana gereja ada selalu dibangun sekolah, rumah sakit, lingkungan yang segar, dan produktip, pengembangan ekonomi, serta bersahabat bagi masyarakat secara konstekstual. Ide semacam itu perlu dikaji ulang, tentu sesuai dengan kebutuhan konteks sosial dimana gereja kita berada. Sehingga perlu dipikirkan dan didiskusikan jenis kegiatan apa yang secara monumental dapat diupayakan, sebagai bagian dari pencicilan hutang dalam rangka menyambut perayaan Jubileum 150 tahun HKBP 2011 yang akan datang.

 Sejajar dengan itu, maka secara bersama diadakan pencanangan motto, sejahtera jemaat sejahtera gereja, sejahtra masyarakat sejahtera gereja, sejahtra masyarakat sejahtera bangsa, sejahtera bangsaku sejahtera gerejaku. Terkait dengan itu juga perlu dicanangkan pemahaman tentang logo. Diakonia diutus ke dalam dunia untuk mensejahterakannya. Diakonia memasuki pelayanan yang mensejahterakan melalui simbol domba yang memanggul salib, yang membutuhkan ketulusan hati dan kekuatan berkorban/ manghohop. Juga jalan untuk memahami diakonia secara mendalam tidak hanya dari aspek hukum ekonomi, teknologi saja, melainkan perlu pendalaman dari pelayanan meja, Perjamuan Kudus. Sebab diakonia adalah bagian integral dan holistik dengan pengorbanan Kristus yang membagi tubuhnya serta mencurahkan darahnya untuk kita dan untuk dosa-dosa manusia. Karena orang yang berdiakonia dan dapat memahami usaha mensejhterakan seluruh umat manusia, seluruh mahluk adalah berasal dari karya Roh Kudus yang dialami melalui pelayanan Perjamuan kudus.

 Selain itu juga perlu dicanangkan berbagai hal penting lainnya, seperti even penting perayaan Jubileum 175 tahun Nomensen yang dikaitkan dengan tahun diakonia. Panitia sudah terbentuk , baik dari Yayasan Kryasa yang sudah dua tahun terahir ini menyiapkan pelayanan dengan Tribute to Nommensen (TtN) dari Jakarta, maupun dalam waktu dekat menmbentuk panitia lokal di Tarutung. Perayaan dilakukan dengan 3 jenis kegiatan dari tanggal 4-6 Februari 2009. Pertama mengadakan napak tilas Nommensen dari 4 penjuru, dari Barus ke Tarutung, dari Sipirok ke Tarutung, Dari Sigumpar ke tarutung dan dari Samosir ke Tarutung yang dipusatkan di Hutadame.Kegiatan diharapkan akan dihadiri oleh utusan pemuda dari masing-masing distrik, dan oleh mahasiswa dari seluruh lembaga parsamean HKBP. Sebab dengan napak tilas diharapkan generasi muda memahami bagaimana Nommensen menyerahkan seluruh pelayanannya untuk masyarakat Batak. Kedua, akan diadakan penanaman sejuta pohon dan diikuti dengan acara hiburan dan KKR ke jemaat di Tarutung. Pencanangan pohon ni adalah juga bentuk partisipasi HKBP menanggulangi masalah pemanasan bumi, sekaligus upaya mengkampanyekan agar pohon jangan ditebang habis. Ketiga melakukan ibadah peringatan 175 tahun di Sipoholon, Tarutung.

Selain itu juga sudah dibentuk Panitia pencanangan tahun diakonia dan semiloka secara nasional tanggal 22 Mart 2009 di Stadion Medan. Panitia ini diketua oleh Bapak Dr RE Nainggolan, Sekda Gubsu Sumatera Utara .Diharapkan warga jemaat akan turut ambil bagian. Dalam acara pencanangan ini turut diundang keluarga pewaris Nommessen dari Jerman, juga akan diadakan pencanangan penanaman pohon secara nasional serta doa untuk keselamatan bangsa, mendoakan Pemilu dan Pilpres agar kiranya Tuhan memberi yang terbaik untuk bangsa kita.

January 2, 2009 at 1:48 pm 6 comments

Salam tahun baru via sms

Salam Diakonia, sejahtera masyarakat sejahtera gereja,

Kini kita sudah memasuki tahun 2009, yang bagi gereja kita, kita sedang memikirkan dan mengupayakan apa yang bisa dilakukan untuk memaknakan pelayanan diakonia dengan pradigma baru.

Menarik dari sekian komentar via sms yang dikirimkan ke kami dari sejak merayakan Natal kelahiran Yesus Kristus dan tahun baru, ada hal-hal yang sangat menarik. Sebahagian masih banyak yang memberi nasehat agar hidup lebih rendah hati, sederhana. Juga ada  yang mengingatkan, karena belum terantisipasi apa yang terjadi di tahun 2009, maka sebagai orang percaya kiranya kita berserah pada kasih Tuhan dan menghayati Firmannya. Juga ada yang sudah melihat tantangan akibat krisis ekonomi global dan tantangan gerakan fundamentalis agama, karena itu dibutuhkan upaya solidaritas terhadap kaum papa dan dialog yang semakin digiatkan.

Namun dari sekian yang menarik dari sms tersebut, ada beberapa yang paling menarik , yakni ketika sms disampaikan dengan cara menggunakan media tembang atau umpasa sian hata Batak, bahasa Indonesia. Di benak saya, mudah-mudah umpasa tersebut muncul dari lubuk hati yang terdalam, sehingga walaupun mungkin diambil dari kamus umpasa, tapi disana sini sudah ada modifikasi pemaknaan. Anehnya dari sms pengirim sangat jelas, bukan sms dari dominasi para Pendeta, sebab dari mereka hal itu sudah semakin sering ahir-ahir ini. Melainkan oleh warga jemaat dari pedesaan dan perkotaan. Antara lain saya kutip beberapa diantaranya yang menarik, baik dalam bahasa batak, Inggiris dan Indonesia.

1. Tali temali daun meranti daun meranti, serangga melata dalam alurnya, hari berganti tahun pun ganti, semoga makin jaya dalam berkatNya.

2.Nungga mumpat talutuk, nungga sesa da gadu-gadu, nungga salpu taon naburuk, nungga ro taon naimbaru. Di angka na hurang lobi pambahenan nami mangido maaf hami sian nasa roha.

3.Ni durung ma situma, laos dapot pora-pora. Mamasu-masu ma Jesus Kristus Tuhanta, asa luhut ma hita marlas ni roha.

4.Pinauli sagu-sagu binahen tu pinggan pasu, nungga salpu duaribu ualu, sai Debata ma dibagasan goar ni Tuhan Yesus na mamasumasu hita di taon na imbaru.

5.Sibigo ambaroba, siapit apit pidong Toba, denggan ma hita marsisesaan dosa, asa dapot las ni roha di taon 2009.

6.Lambas bulung ni suhat. Purguk di tongani harangan. Tung sms pe na sahat, naung surduk ma tangan masijalangan.

7.Saba ni sibulanbulan marbatas dohot Angkola, nungga tolhas hita didongani Tuhanta tu taon 2009, sai lam ditambai ma tu hita silas ni roha.

8.Demban do napuran, na niatup ni boru ni Tulang siporiban, angka pangalaho na sataon on namarsalpuan, talupaho ma sude sian roha unang sai pingkiran.

9.Manetes-netes aek udan, menetek ma sian bungkulan, sms on ma singkat ni badan, singkat ni tangan masijalangan.

10.Boras ni hadang-hadangan ni duda ni andalu, nang so masijalangan sai horas ma ditaon na imbaru. Maaf lahir dan batin.

11.Balintang ma pagabe tumundalhon stadoan, arinta ma gabe mandapothon 2009, molo olo masipaoloan.

12.Gala-gala sitelluk, telluk mardagul-dagul, pangalaho na sala manat niapulapul. Bidang bulung ni jior, metmet bulung ni banebane, toho do hata tigor, umpolinan do hata dame, Selamat taon baru.

13. Songgop ma anduhur tu dangka ni hariara di tonga ni huta, salpu ma taon naburuk ro ma taon na imbaru mamboan parsaulian ma di hita saluhutna. Selamat taon 2009. Horas 3 hali.

 Dari nasehat yang mendorong kita agar tetap stabil menghadapi cobaan di masa depan, ada beberapa sms yang juga barangkali menarik.

1. Aku meminta kepada Yesus setangkai bunga segar, … namun ia beri aku kaktus yang berduri. Aku meminta pada Yesus seekor binatang mungi nan cantik, … namun ia beri aku ulat berbulu, yang jika dipegang sangat menimbulkan gatal-gatal dan perih. Aku sedih, protes dan kecewa. Kenapa Tuhan membuat hal yang tidak adil padaku, aku sudah meminta dengan sangat, ia memberi yang bukan-bukan. Tetapi aneh, kemudian…. kaktus itu berbunga indah, bahkan sangat indah dari bunga manapun. Demikian juga ulat berbulu pun bertumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik. Dari sana saya ahirnya menyadari, itulah jalan Tuhan, jalan Tuhan indah pada waktunya. Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan, tetapi ia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa ,terluka, tetapi jauh dari segala yang kita bayangkan, Ia merajut yang terbaik untuk kehidupan kita. Semoga kita termasuk orang yang pandai bersukur atas karunia dan rahmatNya. Selamat Natal dan tahun baru 2009.

2.Wishing U 12 months of happines, 52 weeks of fun, 365 days of succes, 8.760 hours of good health, 525.600 minuts of good luck, and 3.153.600 seconds of Joy, happy 2009. Yang menarik adalah entah dari mana, kemudian ucapan selamat tahun baru ini diterjemahkan ke bahasa Indonesia seperti berikut. ” Semoga 12 bulan mendatang penuh cemerlang, 52 bulan bahagia, 365 hari menerima berkat8.760 jam penuh kasih sayang, 525.600 minit penuh senyuman. Selamat tahun baru. Bayangin jika kita harus senyum sekali dalam setiap minit, apa kita tidak dibilang orang sudah sinting.

Agaknya di tahun depan, walaupun difahami krisis ekonomi global dan segala macam kemungkinan yang terjadi, termasuk awal tahun 2009 sendiri sudah diawali dengan berbagai kejadian perang, kekerasan dan banjir. Dengan demikian dampak krisis ekonomi global, dan berbagai masalah bencana dan perebutan kekuasaan tetap akan mewarnai kehidupan masyarakat kita dalam dan luar negeri, namun ditengah semua kejadian itu, dari sebahagian sms yang saya kutip diatas, barangkali kejadian apa pun perlu dilihat dengan jernih, penuh harapan, semangat dan tidak lupa perlu didekati dengan tembang dan umpasa, pendekatan solidaritas budaya.

Selamat awal tahun 2009. Mari kita perkuat kearifan lokal sambil berkarya untuk menyelesaikan masalah dengan kemauan dan keyakinan akan perubahan sebagaimana motto dari Obama, Changes, we belive in. Yes we can. Will I am.

NS

January 2, 2009 at 1:04 pm Leave a comment


Categories

Jumlah Pengunjung

  • 21,924 hits

Recent Comments

Eva boru Sormin on Horas ma di hamu – Salam…
http://bestnaturalhe… on Horas ma di hamu – Salam…
lohot simanjuntak H1… on Kegiatan tahun diakonia
St. Gaya Hutasoit on Marliturgi ompung
Benhard Sitohang / B… on Horas ma di hamu – Salam…

Feeds


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.